Kabar6-PT Lembanindo Tirta Anugrah di Jalan Raya Arya Putra, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengalami pailit alias bangkrut. Akibatnya puluhan buruh terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) sehingga mereka menuntut uang hingga Rp 5 milyar lebih. "Pihak perusahaan tidak mampu lagi mempekerjakan karyawannya, sehingga mereka memutuskan kontrak kerja," ungkap Rita, perwakilan karyawan perusahaan yang bergerak dibidang pakaian anak itu, Jum'at (22/2/2013) sore.
Ia menjelaskan, buruh tengah melakukan upaya mediasi terkait dengan tuntutan terhadap upah kerja yang belum dibayar selama lima bulan dan uang pesangon bagi 65 karyawan.
Berdasarkan hasil hitungan buruh, perusahaan harus membayar sebesar Rp 700 juta untuk gaji selama 5 bulan bagi 65 orang.
"Juga sama uang pesangon sebesar Rp 4,3 milyar untuk pesangonnya. Sehingga total uang yang harus dikeluarkan sebesar Rp 5 milyar lebih,” jelasnya.
Namun, hitung-hitungan ini masih belum menemukan kesepakatan antara dua pihak. Hal ini disebabkan adanya perbedaaan selisih hitung-hitungan yang dilakukan pihak perusahaan.
“Berdasarkan hitungan perusahaan beda selisih hitung-hitungan sebesar Rp 1 Miliar,” jelas Rita.
Rita mengatakan, seluruh buruh akan terus memperjuangkan hak untuk mendapatkan gaji selama lima bulan dan uang pesangon yang belum dibayar. Namun, dia belum tahu kapan perusahaan akan membayar gaji dan pesangon seluruh buruh.
"Kita masih mediasi, kapan aka nada pembayaran,namun kami meminta untuk secepatnya, jika tidak mampu, kami akan menuntuk pemilik perusahaan karena tidak dapat memenuhi kewajibannya membayar upah buruh selama lima bulan dan pesangon,” katanya.
Sementara ditempat sama, Direktur Lembanindo, David Darmawan, tidak mau berkomentar mengenai permasalahan ini. “Maaf saya enggan bicara terkait ini,” elaknya di kantor Dinsosnakertrans setempat.
Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah buruh PT Lembanindo Tirta Anugrah melaporkan perusahaan yang tak menunaikan kewajibannya membayar gaji. Buruh menuding perusahaan mencoba melakukan konspirasi mengalihkan investasi ke bidang usaha lainnya.(yud)
Berita Terkait:
Kabar6-Kawanan maling kiranya benar-benar sukses menjarah harta milik Gemala Rabiah Hatta (55), putr























