Kabar6.Com

Prediksi BMKG, Puncak Curah Hujan Terjadi Januari-Februari

Kabar6-Badan Meteorologi Klimotologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan puncak curah hujan yang berdampak terjadinya banjir akan terjadi pada bulan Januari dan Februari 2013. Untuk itu, warga dihimbau agar selalu waspada.

Prediksi BMKG itu berbeda dengan prediksi yang disampaikan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Tangerang, Diding Iskandar, yang memperkirakan puncak curah hujan bakal terjadi pada Desember 2012 hingga Januari 2013.

Kepala BMKG Wilayah II, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Subardjo mengatakan, saat ini seluruh wilayah Indonesia termasuk Jakarta dan Tangerang telah memasuki musim hujan.

"Setelah akhir Februari 2013, intensitas hujan akan menurun di April hingga Mei tahun 2013, dan kemudian memasuki musim kemarau," kata Subardjo, Selasa (27/11/2012).

Subardjo menjelaskan, dengan jarak musim hujan yang cukup lama sampai tahun depan, banjir susulan diperkirakan akan kembali terjadi.

"Perlu diwaspadai masyarakat, bahwa aliran sungainya berhulu di Bogor, sehingga hujan lebat disana bisa menyebabkan meluapnya sungai Jakarta dan Tangerang," kata Subarjo.

Antisipasi banjir, menurutnya, BMKG selalu mengirim peringatan dini kondisi cuaca kepada Pemerintah Tangerang baik melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) maupun FKDM.

Staf ahli analisis BMKG Pondok Betung, Kota Tangsel, Yanuar mengatakan, berdasarkan pemantau layar BMKG, dalam beberapa hari terakhir curah hujan di Tangerang dan Jakarta berkisar sekitar 63 milimeter/hari.

Jumlah itu masih dikatakan dalam batas hujan sedang-lebat. Sementara, jika curah hujan telah memasuki 150 milimeter/hari bisa disebutkan sebagai hujan sangat lebat dan rawan.

Menurutnya, faktor banjir bukan hanya karena intensitas hujan lebat terjadi di Tangerang dan Jakarta. Melainkan, juga karena faktor kiriman air dari Bogor melalui aliran sungai yang tidak tertampung, kemudian meluap membanjiri rumah milik warga.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Selatan, Zulfuad, mengatakan, pihaknya telah melakukan upaya untuk melakukan penanganan korban banjir susulan dan melakukan koordinasi dari segala sektor dan instansi.

Artinya tidak hanya evakuasi, penyedian tenda, pemberian bantuan makanan dan minuman, namun juga memberikan pengobatan kepada korban banjir. "Yang kami utamakan menyelamatkan dan tidak ada korban jiwa," kata Zulfuad, kemarin.(rah)

Share