tinta eprint kertas fax cash register berita nasional berita indonesia portal berita harga tiket pesawat tiket pesawat domestik pesan tiket pesawat harga tiket pesawat tiket pesawat domestik pesan tiket pesawat it konsultan it support paket isp code security komunitas it komunitas hacker pakar seo indonesia narasumber seminar master seo berita banten rakyat banten pendekar banten okezone jual mobil bekas toko online gratis

Kabar6.Com

Pemkot Tangsel Kaji Ulang Kirim Transmigran ke Kayong

Kabar6-Kepala Dinsosnakertrans Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Purnama Wijaya, mengungkapkan, pihaknya tahun ini terpaksa harus kembali mengkaji rencana mengajak warga bertransmigrasi ke Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat.

Hal itu menyusul adanya laporan transmigran asal Tangsel yang kini hidup merana dan terlantar di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah.

“Atas kondisi yang dialami di Buol kami akan kaji kembali. Terutama soal keseriusan pemerintah daerah penerima transmigran terkait keseriusan dalam merealisasikan MoU,” kata Purnama, Rabnu (15/5/2013).

Terhitung sejak 2010 lalu, ungkap Purnama, pemerintah kota (Pemkot)  mengirim sebanyak 13 KK asal Tangsel. Pada 2010 ada 10 KK transmigrasi ke Buol dan tahun berikutnya ada 3 KK ke Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.

Sedangkan untuk tahun 2012 lalu tak ada pengiriman transmigran. Pada tahun 2013 ini, pihaknya pun berencana mengirimkan 5 transmigran menuju Kabuupaten Kayong Utara,
"Tapi, kita akan kembali melakukan kajian mendalam soal rencana pengiriman transmigran," ungkap mantan Camat Ciputat Timur dan Setu itu. 

Terpisah, Kepala Bidang Penempatan Ketenagakerjaan dan Transmigrasi, Suyatman Ahmad, menjelaskan salah satu keluhan transmigran Tangsel di Kabupaten Buol, adalah tidak terealisasinya pemberian lahan yang dijanjikan sesuai MoU.

Sebelumnya dibuat perjanjian lisan dan tertulis kepada para transmigran. Menurut Suyatman, mereka akan menerima lahan untuk rumah dan pekarangan seluas 750 meter.
Selanjutnya lahan untuk perkebunan tahap 1 dan lahan perkebunan tahap dua seluas dua hektar yang rencananya ditanami kelapa sawit oleh para transmigran.

“Untuk biaya hidup mereka dijamin oleh pemerintah pusat selama setahun. Namun yang mereka keluhkan adalah soal janji lahan yang harusnya mereka terima belum terealisasi sampai sekarang,” jelasnya.

Dijelaskan oleh Suyatman di Kabupaten Boal, Sulawesi Tengah, terdapat 10 KK transmigran yang tergabung dalam wilayah asal Provinsi Banten dan Jawa Barat. Termasuk juga transmigran asal Kabupaten Lebak yang berjumlah sekitar 13 KK.(yud)

Share