warnet jasa pembuatan warnet komunitas warnet indonesia

Kabar6.Com

Kasus Pencurian Tinggi, Sidang di PN Tangerang Sampai Antri

Tangerang-Aparat Kepolisian di Tangerang kiranya harus mulai mewaspadai tindak pidana pencurian. Pasalnya dari berbagai jenis tindak pidana yang terjadi, kasus pencurian menempati urutan tertinggi dibanding tindak pidana lain yang terjadi di Tangerang sepanjang tiga tahun terakhir.

Baru pertangahan tahun ini saja, PN Tangerang sudah menerima sebanyak 333 berkas perkara pencurian (25,59 persen), dari 1.301 perkara pidana yang ditangani pengadilan kelas 1A Khusus tersebut.

“Perkara pencurian menempati peringkat pertama dari kasus-kasus pidana yang ada dalam 3 tahun terakhir. Posisi kedua ditempati kasus narkotika, perjudian, penadahan dan penggelapan,” kata I Made Supartha, Kepala Humas PN Tangerang, Senin (9/7/2012).

Tingginya perkara pencurian itu, dapat dilihat dari statistik per tahun 2010 hingga pertengahan tahun 2012 ini. Dimana, pada tahun 2010 perkara pencurian mencapai 601 (29,07 persen) dari 2.067 perkara pidana yang ditangani PN Tangerang.

“Pada tahun 2011, kasus pencurian juga sempat menjadi perkara terbanyak yang harus disidangkan PN Tangerang, yakni 584 dari 2.194 perkara,” jelasnya.

Sedangkan posisi kedua, lanjut I Made, ditempati oleh kasus tindak pidana narkotika. Dimana, sepanjang tahun 2010 saja, angka perkara itu sudah mencapai 585 perkara, tahun 2011 mencapai 505 perkara, dan sampai pertengahan tahun ini sudah 312 perkara.

“Untuk perkara pidana narkotika, penyerahan berkas umumnya didominasi pelimpahan dari Bandara Soekarno Hatta, baik dari bea dan cukai maupun dari Polrestro Bandara Seokarno Hatta,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, I Made juga mengungkapkan, dengan banyaknya perkara yang ditangani PN Tangerang selama tiga tahun terakhir, status PN yang semula hanya kelas 1B, terus naik pangkat, ke kelas 1A dan kini naik lagi menjadi Kelas 1A Khusus.

“Sampai saat ini perkara-perkara itu masih bisa kami tangani dengan baik. Namun, hanya waktunya saja yang kami bingung untuk mengaturnya. Sebab, selain ruang sidang hanya diperuntukan untuk kelas 1B, ruangan untuk pegawai juga sangat minim. Jadi, jangan heran kalau sidang harus sampai antri,” bebernya.

Dia berharap, dalam waktu 1-2 tahun kedepan, PN Tangerang tengah mengusulkan alokasi dana untuk pembangunan gedung baru, untuk menunjang pelaksanaan tugas dan fungsi pengadilan.

“Kami kira dengan 200 karyawan yang ada saat ini, dan 33 hakim yang bertugas di sini, kami membutuhkan fasilitas yang lebih baik untuk pelayanan pengadilan,” singkatnya.(iqmar)

Share