Kabar6.Com

 

Paspor Diduga Palsu, 36 Calhaj Mojokerto Gagal Berangkat ke Tanah Suci

Kabar6-Sebanyak  36 paspor palsu calon haji (calhaj) asal Mojokerto berjasil diamankan Kementerian Agma RI. Puluhan paspor palsu itu terbongkar berkat sistem komputerisai yang telah canggih dengan Screening Retina dan Sidik Jari calon jemaah haji. Namun, akibat pemalsuan tersebut, 36 jemaah haji dari Kloter 44 asal Mojokerto gagal berangkat ke tanah suci.



Hal itu diungkapkan Menteri Agama Suryadharma Ali saat melakukan jumpa pers di ruang VIP Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu (17/10/2012).

Menurut Suryadharma Ali, paspor yang dipalsukan tersebut merupakan milik jemaah haji yang telah meninggal, yang sudah berangkat dan jemaah yang gagal berangkat karena sakit.

Modus yang digunakan oknum pemalsu tersebut dilakukan dengan cara mengganti foto pemilik paspor asli dengan foto calon jemaah haji baru. Saat pelunasan biaya haji tidak bermasalah. Namun, saat akan berangkat haji dan dilakukan pemeriksaan paspor, diketahui bahwa data pemilik paspor dan fotonya bermasalah.

Hal itu diketahui saat pemerksaan melalui sistem komputerisasi haji terpadu atau siskohat. Dengan sistem pemeriksaan data menggunakan Biometric, diketahui jika data pemilik paspor yang baru tidak sama dengan data yang dimiliki kementerian agama. Pasalnya, data baik retina maupun sidik jari tidak singkron dengan foto yang ada di paspor.

Kemenag juga menegaskan, jika pemalsuan 36 paspor haji yang terjadi di Mojokerto, Jawa Timur,  adalah keberhasilan petugas Kemenag Kabupaten dan penanganan selanjutnya dilakukan  petugas kepolisian.

Seperti diketahui, temuan paspor palsu ini juga menjadi daftar panjang tindak kriminal yang dilakukan oknum untuk mendapatklan keuntungan saat musim haji dari tahun ke tahun. Akibat pemalsuan paspor tersebut, sebanyak 36 calon jemaah haji kloter 44 asal Mojokerto, Jawa Timur, akhirnya gagal berangkat ke tanah suci.(rani)

Share