Kabar6.Com

 

Buruh Desak Pemerintah Bentuk Tim Independen Awasi Industri

Kabar6-Protes buruh atas kasus perbudakan buruh yang terjadi di industri kuali Kampung Bayur Opak RT 03/06, Desa Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, masih terus berlangsung.



Sejumlah buruh yang tergabung dalam Aliansi Buruh Tangerang Raya mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang dan kepolisian setempat agar membentuk badan independen yang bisa melakukan pengawasan atas aktivitas industri diwilayah tersebut.

"Tim independen bisa berasal dari berbagai kalangan. Dan, nantinya tim independen juga akan berfungsi untuk melakukan pengawasan terhadap aktrivitas industri yang ada di wilayah Kabupaten Tangerang," ujar Kordinator aksi buruh, Koswara Rabu (8/5/2013).

Menurut Koswara, penyelesaian kasus perbudakan buruh yang sudah terjadi bukan sekedar memulangkan buruh kembali ke kampung halamannya masing-masing.

"Lebih dari itu, Pemkab Tangerang juga harus mencari solusi agar buruh mendapatkan haknya selama bekerja di industri kuali tersebut. Karena, sejak bekerja buruh industri kuali mengaku belum menerima gaji," ujar Koswara lagi.

Ya, polisi menggerebek lokasi usaha industri alumunium batangan dan kuali (wajan) ilegal di Kampung Bayur Opak, RT 3/4, Desa Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, kartena diindikasi telah memperbudak, menyekap dan menyiksa puluhan burunya, pada Jumat (3/5/2013) lalu.

Dari lokasi itu, polisi akhirnya membebaskan 34 orang pekerja yang kerap disikasa serta hak-haknya sebagai pekerja maupun sebagai warga negara tersandera di lokasi industry tersebut.

Tak hanya itu, dari hasil penyidikan yang dilakukan, polisi akhirnya menahan 5 orang tersangka terkait kasus tersebut. Kelimanya adalah pemilik industri kuali Yuki Irawan (42) serta empat orang mandor yang menjadi kaki tangannya.(ali/rani)

 

Share