tinta eprint kertas fax cash register berita nasional berita indonesia portal berita harga tiket pesawat tiket pesawat domestik pesan tiket pesawat harga tiket pesawat tiket pesawat domestik pesan tiket pesawat it konsultan it support paket isp code security komunitas it komunitas hacker pakar seo indonesia narasumber seminar master seo berita banten rakyat banten pendekar banten okezone jual mobil bekas toko online gratis

Kabar6.Com

Polisi Belum Pastikan Penyebab Kematian Siswa BP2IP Tangerang

Kabar-Jajaran Kepolisian Resor Kota Tangerang hingga Jumat (13/7/2012) sore masih belum bisa memastikan penyebab kematian Erfin Juniantoro (19, siswa Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) di Jalan Raya Karang Serang, No.1, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang yang tewas saat mengikuti ospek hari ke 4 di BP2IP, Kamis (12/7/2012) malam.

"Untuk memastikan penyebab kematian korban, kami masih harus menunggu keluarnmya hasil yang dilakukan pihak rumah sakit," ujar Kapolres Kota Tangerang Kombes Pol Bambang Priyo Andogo, Juam (13/7/2012) sore.



Namun demikian, Kapolres membenarkan soal sudah adanya laporan resmi dari pihak keluarga korban. "Laporan keluarga korban sudah kami terima. Saat ini, kami masih melakukan penyelidikan," ujar Kapolres.

Sementara, Samsul, salah seorang tetangga korban di Villa Regency, Jalan Bumi raya VI, No. 7, Rt 07/07, Kelurahan Gebang Raya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, mengatakan kabar meninggalnya putra pasangan Mulyono (50) dan Sundari (45) tersebut baru diketahui pihak keluarga pada Kamis (12/7/2012) malam, sekira pukul 22.30 WIB.

"Sebelumnya, ibu Sundari sempat menerima telepon dari pihak sekolah yang mengabarkan bahwa Erpin mengalami keserupan saat tengah mengikuti ospek hari ke empat dan langsung dibawa ke rumah sakit Sari Asih," ujar Samsul.

Namun, lanjut Samsul, tak lama berselang, orang tua korban kembali mendapat kabar bahwa anaknya dirujuk ke RS Kesdim Tangerang yang ada di Jalan Daan Mogot, hingga akhirnya dirujuk kembali ke RSUD Tangerang.

Ditanya tentang kemungkinan adanya luka-luka pada bagian tubuh korban, Samsul mengaku tidak tahu persis. "Saya sendiri belum melihat secara utuh kondisi jenazah korban. Karena harus buru-buru mendampingi ayah korban melapor ke polisi. Tadi, saya hanyaa sempat melihat bagian kaki, karena bagian tubuh lainnya ditutup oleh selimut," ujar Samsul lagi.

Sementara, hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi dari pihak BP2IP Tangerang. Saat coba dihubungi, telepon BP2IP  dalam kondisi aktif namun tidak diangkat(arsa/tom migran)

 

Share