Kabar6.Com

Buntut Tuntutan Ringan, Kepala Kejati Banten Dilaporkan ke Kejagung

Kabar6-Kepala Kejaksaan Tinggi Banten, Soegiharto, dilaporkan oleh Direktur PT Bukit Kemilau Restu Anugrah (BKRA), Kant Kamal ke Kejaksaan Agung (Kejagung).



Laporan yang dilayangkan Bos PT BKRA melalui pengacaranya, Thomson Situmeang itu terkait rendahnya tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) HM Yunus atas perkara pemalsuan tanda tangan terhadap terdakwa Jeni, salah satu komisaris utama di perusahaan itu.

Tuntutan tiga bulan penjara yang dibacakan JPU dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, pekan lalu dinilai tidak mendasar dan banyak kejanggalan.

Pasalnya, terdakwa Jeni jelas-jelas terbukti telah memalsukan tanda tangan Direktur PT BKRA untuk mencairkan cek bernomor 000351 lalu dipindahkan ke rekening suaminya Budi Sukandi.

Sidang perkara No:160/PID B/2012/PN.TNG atas nama Jeni ini, JPU menuntut terdakwa hanya 3 bulan kurungan, dengan alasan tidak ada unsur yang memberatkan.

Sedangkan, dalam tuntutan yang dibacakan jelas terbukti melanggar pasal 263 KUHP dengan ancaman hukuman enam tahun penjara.

“Kami sangat kecewa, seharusnya jika terdakwa terjerat pasal 263 KUHP, ancamannya enam tahun penjara, tapi kok hanya dituntut tiga bulan kurungan,” ujar Thomson.

Selain melaporkan Kajati Banten ke Kejagung, Thomson juga akan melaporkan Budi Sukandi, suami terdakwa Jeni, karena adanya pemindahan uang ke rekening pribadinya.

Sementara itu, usai sidang, JPU HM Yunus enggan berkomentar apa-apa. Namun, ia mengaku telah menyerahkan segala sesuatunya kepada Reza, salah seorang JPU dari Kejari Tigaraksa.

“Semuanya sudah saya serahkan ke Reza untuk wartawan,” katanya.(din)

 

Share