toner cash register ribbon

Kabar6.Com

Jaksa Agung: Kasus Nenek Rasminah Keprihatinan Bersama

Kabar6-Jaksa Agung Basrief Arief mengingatkan perkara nenek Rasminah menjadi  keprihatinan bersama dan diharapkan ke depan,  perkara-perkara ‘wong cilik’ semacam itu tidak perlu dibawa ke pengadilan.

Namun demikian, lanjut Basrief kepada wartawan di Kejaksaan Agung  hendaknya masalah tersebut harus ada pengertian dari semua lini aparat penegak hukum, baik dari penyidik (Polri), penuntut umum (Kejaksaan)   maupun hakim (Mahkamah Agung).

“Ini menjadi keprihatinan bersama. Ke depan, kita berharap perkara-perkara semacam itu, yang melibatkan Wong Cilik tidak perlu dibawa ke pengadilan dan ini harus ada pengert’ian dari lembaga penegak hukum,” katanya, kemarin.

Menurut Basrief, pernyataan yang disampaikan ini bukan retorika, sebab untuk perkara yang hampir sama, perkara pencurian pisang di Jawa Tengah telah dihentikan penuntutannya. “Jadi saya kira demikian,” ujarnya menjawab soal komitmen kejaksaan.

Dia merasa perlu menjelaskan bahwa setiap perkara yang sudah dinyatakan lengkap (P21) tidak selalu diartikan, perkara harus diajukan ke pengadilan. “Seperti perkara di Jateng itu, sebab kita masih bisa meneliti layak atau tidak sesuai pasal 31 dan 39 KUHAP.”

Terkait dengan perkara Rasminah, sambung Basrief,”Jaksa berpedoman kepada yurisprodensi. Dan bisa pula soal penerapan hukum (hakim) sehingga jaksa mengajukan kasasi ke MA. Itu sesuai dengan pertimbangan hakim.”

Sebelum ini, sempat ada kritisi terhadap kinerja Kejaksaan yang hanya keras kepada rakyat kecil dan sebaliknya kepada penguasa. Padahal, perkara  Rasminah telah diputus bebas dan sesuai KUHAP tidak boleh diajukan kasasi ke MA (Mahkamah Agung). Dia dinyatakan bersalah dan dihukuam 130 hari sesuai
masa penahanan.(pk/zul)

Share