tinta eprint kertas fax cash register berita nasional berita indonesia portal berita harga tiket pesawat tiket pesawat domestik pesan tiket pesawat harga tiket pesawat tiket pesawat domestik pesan tiket pesawat it konsultan it support paket isp code security komunitas it komunitas hacker pakar seo indonesia narasumber seminar master seo berita banten rakyat banten pendekar banten okezone jual mobil bekas toko online gratis

Kabar6.Com

Isu Perpecahan Pimpinan Polri, SBY Harus Turun Tangan

Kabar6-Ketua Fraksi PKB DPR RI, Marwan Ja’far, menegaskan Presiden SBY harus turun tangan untuk mengambil tindakan jika memang benar ada perpecahan unsur pimpinan Polri antara Kapolri Jendral Timur Pradopo dan Wakapolri Komjen Nanan Sukarna. Minimal menurutnya presiden bisa memerintahkan Menko Polhukam Djoko Suyanto untuk mengusut isu perpecahaan itu karena jika dibiarkan hal itu akan mengganggu soliditas dan profesionalitas Polri.

“Kalau isu perpecahaan ini benar-benar ada maka ini bisa dikatakan sebagai rivalitas yang tidak sehat. Presiden atau minimal Menkopolkam harus turun tangan supaya hal ini tidak mengganggu kinerja Polri secara kelembagaan. Ini juga berbahaya karena polisi ini menyangkut pasukan dan senjata juga,” ujar Marwan ketika dihubungi wartawan melalui telepon, Kamis (29/12).

Dirinya mengaku merasa heran, meskipun Polisi telah menjadi lembaga sipil, tapi cara-cara dan jenjang kepangkatan masih militeristik sehingga menurutnya seharusnya tidak ada pertentangan antara Kapolri dan Wakapolri. Wakapolri harus tunduk pada perintah kapolri. “Di polisi ini kan sifatnya perintah masih top down atau masih militeristik lah. Sehingga seharusnya tidak boleh ada pertentangan antara Kapolri dan Wakapolri. Wakapolri adalah bawahan Kapolri yang harus tunduk pada atasannya,” tegasnya.

Terkait isu adanya ketidakpuasan Nanan karena bukan dirinya yang dijadikan Kapolri oleh presiden, Marwan mengatakan bahwa seharusnya Nanan sadar yang mengangkat Kapolri itu adalah presiden. “Jadi kalau presiden masih mau mempertahankan Timur yah tetap dia yang jadi Kapolri. Kecuali presiden punya kehendak lain, kita di DPR hanya bisa menyetujui. Kalau Nanan memang masih berminat mau menjadi Kapolri masih ada waktu saya kira, sampai Timur pensiun pada 2013 nanti,” pungkasnya.(pk/zul)

Share