toner cash register ribbon

Kabar6.Com

Gubernur Atut Teken SK UMK 2014

Kabar6-Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah, mengeluarkan Surat Keputusan (SK) penetapan Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) untuk tujuh dari delapan Kabupaten/Kota di wilayahnya.



Besaran UMK yang telah diajukan oleh tujuh Kabupaten/Kota tersebut, tertuang dalam SK bernomor 151/Kep.582-Huk/2013 tertanggal 22 November tentang penetapan UMK Provinsi Banten tahun 2014.

Namun, salah satu daerah yakni Kabupaten Serang sendiri hingga kini belum mengajukan besaran UMK.

Ketujuh wilayah Kabupaten/Kota yang telah ditetapkan UMK nya antara lain:

Kabupaten Lebak Rp1.490.000,
Kota Serang Rp2.166.000,
Kabupaten Pandeglang Rp1.418.000,
Kota Tangsel Rp2.442.000,
Kabupaten Tangerang Rp2.442.000,
Kota Cilegon Rp2.443.000,
Kota Tangerang Rp2.444.301.

"Pemprov. Banten berharap semua pihak bisa mematuhi dan melaksanakan UMK 2014 yang sudah ditetapkan ini. Sebab, UMK ini merupakan hasil kesepakatan bersama antara buruh dengan pengusaha," ungkap Kepala Bidang Hubungan Industrial Disnaker Provinsi Banten Ubaidillah, Minggu (24/11/2013).

Menurutnya, pihaknya akan segera menyosialisasi SK Gubernur tersebut, agar semua elemen bisa mengetahuinya.

Dan, dia berharap UMK yang telah ditetapkan itu tidak ada lagi perubahan, karena ketika hal itu dilakukan dikuatirkan persoalan ini akan berkepanjangan. **Baca juga: UMK Tangsel Ditetapkan Rp. 2.442.000.

"UMK itu tinggal dijalankan. Kalau di ubah lagi prosesnya lama. Sedangkan, waktunya sudah mepet," katanya. **Baca juga: Tolak UMK Rp. 2,4 Juta, Buruh Blokir Jalan Raya Serang.

Ditambahkannya, UMK untuk Kabupaten Serang sendiri, hingga kini belum ditetapkan. Pasalnya, Pemrov. Banten belum menerima rekomendasi apapun dari daerah itu. **Baca juga: Buruh Ancam Gagalkan Pelantikan Arief-Sachrudin.

"Untuk Kabupaten Serang bisa menyusul penetapannya. Namun kami berharap bisa dilakukan secepatnya karena waktunya semakin pendek," ujarnya.(din/ant)

 

Share